Kamis, 22 Maret 2012

Kenali yang Asli

Dahulu -mungkin masih hingga sekarang- masyarakat baik di desa maupun di kota akan bergantung dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam hidup mereka di pasar. Tentunya pasar tradisional. Beberapa dari mereka menjual hasil perkebunan, pertanian, ataupun perikanan mereka di tempat dimana orang-orang akan mengadakan tawar-menawar harga tersebut. Beberapa lainnya akan membarter kebutuhan hidup mereka dengan sejumlah uang yang mereka miliki. Dengan berbekal sebuah motif yang saling menguntungkan, masyarakat mengadu nasib dan melengkapi kebutuhan pokok mereka di tempat ini. Namun, di antara kita tentunya tidak banyak yang menyadari atau memang tidak ingin menyadarinya. Bahwa eksistensi pasar modern kini telah mengalahkan pasar tradisional.
Cepat atau lambat dan mau atau tidak mau, masyarakat harus menyadari bahwa keberadaan pasar tradisional akan semakin merosot seiring berjalannya jarum jam dan berputarnya dunia ini. Dan ini bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah dilema tersendiri bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada perdagangan pasar tradisional. Kita pun harus menyadarinya dari awal dengan mengenali penyebab-penyebab dari permasalahan ini. Hal utama yang menjadi penyebabnya adalah masyarakat yang hidup di zaman ini terlalu larut dan terperosok jauh ke dalam lubang globalisasi yang negatif. Globalisasi yang negatif inilah yang menjadikan masyarakatnya cenderung bersifat konsumtif dan terlalu memikirkan gengsi, hingga akhirnya mereka melupakan sisi positif dari globalisasi itu sendiri, dan bahkan melupakan pasar tradisional yang dulunya adalah tempat mereka bergantung.
Setelah tumbuh satu sisi negatif, maka sisi negatif lainnya pun akan datang silih berganti. Apabila masyarakat telah berbelok pada jalan yang salah akan susah bagi mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Dengan sifat konsumtif yang telah tertanam dalam diri mereka, mereka akan memuaskan hati mereka dengan mengahmbur-hamburkan uang yang mereka miliki. Dan karena gengsi yang tinggi, mereka membeli segala kebutuhan mereka di pasar modern dimana mereka mendapat kepuasan yang bukan merupakan kepuasan sesungguhnya. Parahnya lagi apabila mereka tidak puas jika tidak membeli produk-produk luar negeri yang pada akhirnya akan merosotkan nilai produk dalam negeri. Hal ini sungguh mencemaskan apabila sebagian masyarakat memiliki sifat seperti ini dan berlangsung begitu lama.
Globalisasi sesungguhnya memiliki sisi positif dan negatif, oleh karena itu kita seharusnya berhati-hati agar tidak terjerumus dalam sisi yang nefatif. Dan pasar tradisional bukanlah salah satu sisi negatif yang harus kita tinggalkan, melainkan harus kita pelihara dan jaga agar eksistensinya tidak kalah dengan pasar modern. Salah satu sifat yang harus kita tanamkan dan pertahankan bukanlah sifat konsumtif dengan gengsi yang tinggi, tetapi sifat cinta tanah air dengan kebanggan yang tinggilah yang harus kita junjung tinggi. Masyarakat harus membuka mata lebar-lebar untuk dapat mengimbangi antara kenikmatan sementara dengan kepuasan asli yang sesungguhnya. (din)