Kamis, 17 Mei 2012

Antara Stress dan Parasomnia...


Assalamualaikum...
(kluar alimya xp)

Dah seabad gak mosting ==’
Soalnya baru ada hal baru yang bisa aku beberkan share disini ^^
Apa itu??
Mau tau?
Jangan kemana-mana, tetap di Always Bless Me \(^o^)\ /(^o^)/

Parasomnia...
Somnambulisme...
Ada yang tau istilah-istilah ini?
Pasti temen-temen pada geleng-geleng atau berkata dalam hati “auk..ah gelap”
Atau yang otaknya bling-bling (???), langsung tau jawabannya ;)
Ya, aku lagi mau pamer soalnya aku juga baru tau dua istilah di atas. hehe :D

Jadi, gini ceritanya,
Belakangan ini kak Yudhis ‘ngungsi’ tidur di kamarku..
Di tengah malam, dia mendengar suara orang ngomel-ngomel ngga jelas. (Suaranya gak jelas+yang diomelin gak jelas).
Dan, kalian harusnya tau itu suara siapa ^oo^
Dengan PD dan bangga, aku akui.. itu suaraku. (hiks...)

Setelah diceritain sama mbak Sari, ternyata aku suka ngelindur malem-malem. Dan dalam kamus kesehatan, penyakit ini disebut dengan Parasomnia. Jadi, parasomnia itu adalah penyakit ngomel-ngomel pas lagi tidur => itu kalo pake bahasaku yang gaje. Yang serius nih, parasomnia itu mimpi yang hidup dan aktivitas fisik yang terjadi selama tidur.

Beda lagi lho sama Somnambulisme. Soalnya dia spesiesnya agak lebih mengerikan (bagiku). Somnambulisme ADALAH gangguan tidur sambil berjalan, yang merupakan ganguan perilaku yang terjadi dalam tahap mimpi dari tidur. Bayangin aja kalo orang tidur bisa sambil nyeplok telur. Hadeeh... bisa-bisa para chef gak laku lagi di restaurant. [khayalan tingkat tinggi =]

Kedua jenis penyakit ini biasanya diSEBABkan ketidakmatangan sistem saraf pusat, kelelahan berlebihan, masalah genetik, masalah emosional atau kurang tidur. Stres juga bisa jadi penyebab utamanya (Tapi, aku nggak stress, yaa :P). Penggunaan obat tertentu, demam, cedera kepala, pembengkakan otak atau tiroid selama bekerja juga dapat menjadi penyebabnya. Hati-hati juga buat temen-temen yang tidak teratur waktu tidurnya, keracunan alkohol, obat-obatan seperti obat penenang / hipnotik atau obat alergi, soalnya ini juga penyebab temen-temen bisa ‘ngrumpi’ di tengah tidur.

Tidur sambil berbicara mungkin bersifat katarsis karena merupakan cara untuk melampiaskan stress. Mending ngelampiasin stress dengan cara ini deh, daripada ngamuk-ngamuk depan orang yang nggak bersalah. Udah nggak ada yang denger, diri sendiri juga jadi lebih enteng setelah ngelindur (ngelampiasin stres yang secara tidak sadar). Tapi, jangan salaaaahhh... Soalnya ada beberapa kondisi yang membutuhkan perawatan kalo udah parah abiisss. Masak iya ada orang tidur sambil bacok-bacokan. Bah, udah gawat baget tuh penyakitnya.

So, girls and guys, don’t let your stress accumulated. Share your happy and sadness to the people you believed. And always keeping melody in our heart