Dua tahun
kemudian, Nesia dan keluarganya kembali ke tempat tinggalnya, di sebuah perkampungan,
di Bali. Nesia sangat merindukan tempat kelahirannya itu. Baginya Bali adalah
tempat dimana ia bisa mendapat kenyamanan dan kedamaian, karena orang-orang
Bali yang mudah bergaul, ramah, dan cinta damai. Hari-harinya di Bali selalu
ditemani oleh kakaknya. Mereka selalu bermain bersama. Kemanapun kakaknya
pergi, ia selalu membuntuti kakaknya. Segala permainan anak laki-laki pun telah
ia geluti. Hingga semua teman kakaknya menjadi sahabat baiknya. “Ayok kita main
sepak bola!” seru Nesia kerap kali mereka terdiam memikirkan permainan apa yang
akan mereka mainkan selanjutnya.
Tempat
favorit Nesia adalah sawah. Waktu ia kecil, sawah di Bali sangatlah mudah untuk
ditemukan. Hampir disetiap kiri-kanan jalan dapat ditemui sawah yang
masih lapang. Biasanya setiap sore ia, kakak, dan sahabat-sahabatnya menanti ibu
Nesia pergi ke sawah untuk mencari kangkung untuk makanan kelinci
peliharaan Nesia. Maklum, kelinci peliharaan Nesia tidak kurang dari 5 ekor,
jadi diperlukan biaya yang lebih jika harus membeli sayur yang juga kesukaan
Nesia tersebut di warung. Nesia sangat senang berada di sawah. “Di sawah itu
kita bisa menikmati keindahan alam semesta ciptaan Sang Penguasa dan kita bisa
menghirup udara segar,” jelas Nesia yang masih menginjak kelas 3 SD dengan
lancar. Tiba-tiba ia bersorak, “Kak, itu ada ikan!” teriak Nesia pada
kakaknya sambil menunjuk salah satu parit di tengah sawah. Dengan segera mereka
menyerbu ikan-ikan di parit. Dan jangan salah, mereka sudah mempersiapkan
perlengkapan untuk menangkap ikan-ikan yang malang tersebut dengan alat-alat
seperti saringan, baskom, kantong plastik, dan ember dari rumah. Demi seekor ikan
kecil di parit, mereka rela beradu dengan lumpur-lumpur di sawah. Di saat-saat
seperti ini, tali persaudaraan sangatlah terasa di tengah-tengah mereka.
Seperti itulah
keseharian mereka, anak-anak Bali. Pagi berangkat ke sekolah, siang bermain berjemur
matahari, sore memburu ikan di sawah, dan malam mereka tertidur lelap dan
membawa semua peristiwa hari itu dalam mimpi. Hari-hari yang penuh warna telah
mereka lewati dengan tawa dan canda. Disini. Di Bali yang indah ini. Hingga tak
terasa mereka telah beranjak remaja…