Suatu hari di siang yang terik, tepatnya hari Rabu, 5 Juni 2013.
Karena nggak lulus SNMPTN, rutinitas baru pun aku jalani untuk persiapan SBMPTN. Tapi, hari itu ada sesuatu yang tak terduga terjadi...
Suatu penyesalan tersendiri bagiku untuk membiarkan diriku menjadi pengangguran tak berguna selama menanti pengumuman SNMPTN. Karena satu kata maaf tak terlupakan (baca "It's Just Started :')") telah mengubah jalan hidupku. Seharusnya aku tak membuang waktu dengan percuma selama menunggu pengumuman. Seharusnya aku ikut les di suatu tempat untuk persiapan SBMPTN. Seharusnya aku tidak terlalu percaya diri bahwa aku akan lulus SNMPTN. Seharusnya aku mengikuti kata kedua orang tuaku untuk tidak memilih universitas di luar pulau. Seharusnya, seharusnya, seharusnya... :"
Aku tidak bisa terus menggalau dan menyesali diri. Aku harus cepat-cepat mengendalikan perasaan dan emosi, meninggalkan kegalauan dan semua penyesalan yang telah kubuat, karena waktuku untuk mempersiapkan SBMPTN tidak lebih dari 3 minggu sementara teman-teman yang lain sudah mempersiapkannya sebulan yang lalu. Hari-hari setelah pengumuman, aku gencar meminjam soal-soal SBMPTN dari berbagai tempat les dan dari teman-temanku yang baik hati :')
Beberapa hari kemudian aku mengikuti langkah temanku yang juga baru mempersiapkan SBMPTN untuk les di bimbel 'tiiiiiiit'. Tak butuh waktu lama untuk aku menyesuaikan diri kembali pada tumpukan lembaran soal dan buku-buku kumpulan soal. Kali ini aku bersungguh-sungguh dan tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya, sehingga dengan lahapnya aku 'memakan' soal-soal yang ada dihadapanku.
Suatu hari, setelah keluar dari tempat les, aku dan temanku -sebut saja Ida- saling berpamitan karena arah rumah kita berbeda. "Dada, Ida. Hati-hati ya, da," sahutku sambil setengah bercanda. "Hati-hati, da," Kata-kata itu terus meluncur di lidahku. Ida pun melajukan motornya lebih dulu. Aku baru saja akan menyeberang ketika sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi ke arahku. Tabrakan pun tak terelakkan.
~Bersambung...