Hari itu, seakan dunia berhenti berputar...
Aku berharap dunia berhenti sampai disitu. Yaitu ketika sebuah kata tak terlupakan muncul di situs resmi SNMPTN. Mungkin bagi sebagian orang kalimatku ini terlalu lebay alias hiperbola. Tapi, inilah yang benar-benar kurasakan.
Sore itu (27/05), hari dimana SNMPTN yang sangat dinanti ratusan ribu siswa SMA/SMK se-Indonesia akan diumumkan. Selama kurang lebih 1 bulan aku menganggur dan menunggu momen ini. Aku membiasakan diri untuk berpikir positif dalam hal apapun, jadi nggak ada feeling sama sekali untuk apa yang akan terjadi (dalam hal ini hasil SNMPTN). Beberapa jam sebelum pengumuman, aku (mencoba untuk) nggak merasa tertekan apalagi nervous. Untuk itu aku menenangkan diri dengan memutar kembali k-drama "The Moon Embracing the Sun". Yah, sekedar bersantai dan meyakinkan diri bahwa hasilnya akan sesuai harapan.
Sebenarnya tepat pukul 17.00 pengumuman sudah bisa diakses. Tapi aku sengaja mengulur waktu beberapa menit agar nggak terlalu terliat terburu-buru. Dengan percaya diri dan tanpa sepengetahuan orang tua, aku mulai mengetik situs resmi SNMPTN, membaca basmalah, dan membuka akunku...
Seakan satu kata MAAF telah menghancurkan segala harapan dan penantianku selama ini :"""""" Aku hanya mampu mencurahkan segala yang terpikirkan dengan batinku sendiri.
Aku dan batinku: "Aku baru mengerti, ternyata hidup seperti ini. Terkadang begitu menyakitkan. Dan terlalu berat untuk ditapaki."
Di saat itu pula aku harus menerima kenyataan bahwa yang selama ini kunanti hanyalah kata MAAF. Aku menyia-nyiakan waktuku hanya untuk keterpurukan :"""""""
Seiring berjalannya waktu, emosiku mulai stabil dan ketika itu pula aku bisa lebih bijaksana menghadapi hidup.
Aku dan batinku: "Mungkin Allah berencana lain. Atau memang seperti inilah jalan hidupku. Penuh liku.Yang harus kulakukan adalah menjalaninya dengan sungguh-sungguh apapun yang akan terjadi nanti. [Aku tau memaksakan kehendak dan terlalu berambisi akan menyakitkan hati jika pada akhirnya tidak berjalan sesuai harapan (kata negative thinkingku)]. [Tapi tak ada yang dapat kuperbuat selain berpikir positif, bersungguh-sungguh, dan memohon (kata positive thinkingku)]. Dan yang kuinginkan adalah agar kesungguhanku ini tidak sia-sia dan akan memuaskan diri sendiri, membanggakan orang tua dan keluarga. Amin."
![]() |
| Pantang Menyerah |
Insya Allah seleksi kali ini, tidak muncul kata MAAF dan sejenisnya. Aku yakin bisa melaluinya atas seizin Allah. Aku berjuang denganNya, gagal tanpaNya, dan menang karenaNya. Dan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah perjuangan :')

