Terima kasih atas cobaan hidup ini...
Ini membuatku menjadi manusia yang lebih kuat ke depannya.
Menguatkan aku dalam menghadapi cobaan hidup yang lain, yang datang bertubi-tubi dan tak'kan kunjung habis hingga ajal menjemput.
Dari ini aku mendapat banyak pelajaran. Bahwa kalimat "jangan membuang sia-sia waktumu" memang benar-benar merasuk dan harus selalu kau terapkan dimanapun untuk menghindari penyesalan. Bahwa kesulitan pasti ada kemudahan, karena kegagalan bukan berarti dunia berhenti sampai disitu. Dan bahwa selain Allah SWT, tak ada yang lebih mengetahui dirimu, kerja keras, usaha, dan doamu melainkan dirimu sendiri. Ini semua bukan sekadar kalimat munafik. Karena aku sama sekali tidak ingin jadi orang munafik di mata Allah SWT. Kalimat-kalimat ini langsung meluncur dari hatiku yang telah mengalaminya sendiri. Sungguh pengalaman yang sangat berharga.
Aku tidak tau kapan lagi aku akan menemui pengalaman seberharga ini. Yang jelas ini baru awal. Awal dari jutaan pengalaman berharga lain yang akan kutemui kelak. Sungguh, hidup memang seperti ini. Semua suka, duka, tawa, tangis akan kita lalui cepat atau lambat dan berlangsung sepanjang hidup ini, akan terus bergulir seiring berotasinya bumi, seirama dengan alunan detak jantung. Yang harus kita lakukan adalah terus berjalan ke depan dan hadapi kenyataan. Karena kita tak mamppu berjalan mundur dan kita tidak dapat menolak kenyataan yang berada di depan mata.
Memang hidup penuh pilihan. Sebagai manusia yang berakal budi kita harus bijaksana dalam menentukan jalan mana yang harus kita tapaki. Ketika sebuah masalah/cobaan dihidangkan di piring kehidupan kita, pilihan kita hanyalah menghindari 'makanan' tersebut, atau melahapnya dan bertanggung jawab mencuci bersih 'makanan' tersebut. Yang harus kita lakukan dalam menghadapi masalah/cobaan adalah tenang, sabar, dan percaya. Percayalah bahwa Tuhan selalu bersamamu dan segala peristiwa telah menjadi kehendaknya.
Memang hidup penuh pilihan. Sebagai manusia yang berakal budi kita harus bijaksana dalam menentukan jalan mana yang harus kita tapaki. Ketika sebuah masalah/cobaan dihidangkan di piring kehidupan kita, pilihan kita hanyalah menghindari 'makanan' tersebut, atau melahapnya dan bertanggung jawab mencuci bersih 'makanan' tersebut. Yang harus kita lakukan dalam menghadapi masalah/cobaan adalah tenang, sabar, dan percaya. Percayalah bahwa Tuhan selalu bersamamu dan segala peristiwa telah menjadi kehendaknya.